Langsung ke konten utama

Pantang Larang Suku Petalangan



Pantang LarangSuku Petalangan
Berikut adalah beberapa pantang larang yang ada di suku petalangan
1.      Anak perempuan dan anak laki-laki dilarang bertemu di malam hari. Jika tertangkap, keluarga laki-laki  harus membayar denda pada keluarga perempuan dan pemimpin adat desa. Denda dikenakan karena anak laki-laki dianggap melanggar adat dan mempermalukan warga desa. Selain harus membayar denda laki-laki dan perempuan yang tertangkap ini akan dipaksan menikah yang disebut “kawing ditangkap”.
2.      Perempuan tidak boleh mencukur alisnya sebelum menikah. Jika seseorang perempuan melanggar aturan ini, maka keluarganya harus membayar ayam untuk teteua atau kepala desa untuk kenduru bagi pendududk desa.
3.      Larangan menebang pohon sialang. Jika di denda motong kambing seekor, uang 25 juta, dan kain putih untuk mengkafankan seluruh batang pohon sialang.
4.      Larangan untuk menambah rumah kebelakang, jika hendak membangun rumah maka harus di muka atau di depan dan jika di tempat yang sama maka rumah yang baru harus lebih besar dari rumh sebelumnya.
5.      Menggunakan tepung tawar ketika pendiriaan tiang rumah pertama atau kalau sekarang pada batu bata pertama. Hal ini dipercaya untuk menolak bala.
6.      Melaksanakan syukuran ketika pindah rumah dengan mengundang masyarakat untuk membaca doa dan makan bersama.
  1. Menetau tanah, yaitu : acara mematikan tanah untuk membuat rumah atau ladang, sebelum dilaksanakan pembangunannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya