Langsung ke konten utama

merawat luka



Tulisan Robi (TUBI)
Merawat Luka 

Menghadapai orang sulit selalu merupakan masalah terutama jika orang sulit itu  dalah diri sendiri. Jika kita merasa bahwa semua orang memiliki masalah dengan kita tidakkah kita curiga bahwa diri kita ini lah masalahnya ?Orang-orang yang terluka  seperti orang yang kena tusukan, merasakan sakit bukan karena apa yang sedang terjadi diluar. Dia merasakan sakit itu karena dia sedang terluka. Lukanya bengak dan bernanah, meski dibelai dengan kain sutrapun luka itu akan tetap terasa menyakitkan.
Kesalahan terbesar orang-orang terluka adalah mereka tidak segera menyembuhkan luka lamanya. Di a memilih menikmati lukanya sendiri, dia merawat baikbaik telususkan itu agar tetepa berada dalam di dalam kulitnya. 

Orang terluka  sulit untuk menerima kegagalan. Dia selalau menemukan orang, pihak, kelompok, benda atau apapun yang menjadi sebaba dari segala kepahitan. Telususkan itu mengeram dalam diam  namun mendatangkan kuman-kuman.

Orang terluka tak suka belajar dari orang lain. Ia menganggap bahwa orang lain bersalah dan menyakiti dirinya, dia tidak bergiarah menyelsaikan masalah karena dia menganggap semua itu bukan salahnya. Seharusnya orang lain yang telah menyakitinya itu bentindak lebih dahulu. Seharusnya mereka yang meminta maaf, seharusnya mereka yang memberi hadiah, seharusnya mereka yang mengerjakan tugas, seharusnya mereka yang menanggung biaya. Seharusnya mereka.

Begitulah. Apakah kita termasuk orang terluka ?

Mereka mengisi kehidupan dengan sebuah tugas maha penting untuk mengecilkanorang lain. Mereka ada untuk menyampaikan kelemahan kita dan membuat kita perccaya bahwa kita ditakdirkan untuk menjadi sampah. Mereka menghalangi orang yang ingin maju  dan mendaki titik lebih tinggi. Mereka memututksan mimpi-mimpi kita. Mereka mengkaramkan bahtera harapan yang kita luncurkan. Menghabiskan ide cemerlang dengan kesinisan. Mencemoohupaya rintisan sebagai kesia-siaan, mereka memberangus makna keberhasilan kecil yang sedang kita rayakan.

Semoga kita menyadari setiap luka-luka yang pernah tergores dan segera mengobatinya. agar hati kita tak bengkak karena merawat luka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya