Langsung ke konten utama

Konsep Cinta dan Sayang Bagi Orang Petalangan



Konsep cinta dan sayang bagi orang petalangan 

Komponen emosional yang penting dalam hubungan manusia adalah perasaan cinta dan sayang. Dalam relasi sosial orang petalangan perasaan cinto ( cinta ) merujuk pada cinta antara laki-laki dan perempuan, sedangkan “sayang” adalah istilah yang lebih umum tanpa menyiratkan relasi seksual atau romantis.
Biasanya rasa sayang  dalam bentuk relasi orang tua dan anak, dan antar saudara. Perasaan ini dipercaya akan selalu tumbuh dan abadi. Perasaan sayang jenis ini bersifat internal, sedangkan cinto lebih eksternal karena merupakan bentuk ekpresi rasa sayang.
Dalam perpektif orang petalangan,  cinto selalu melibatkan diadik karena cinto muncul dari pertukaran antara laki-laki dan perempuan. Kegagalan untuk membalas cinto seseorang dianggap berbahaya, karena dapat menyinggung perasaan orang tersebut.
Menyinggung perasaan orang memungkinkan munculnya balas dendam yang dilontarakan melalui sihir jahat. Biasanya orang yang terkena sihir jahat akan menjadi gila atau hilang jiwa, sakit misterius bahkan kematian.
Sementara itu bagi orang petalangan menganggap rasa sayang sebagai bentuk teragung dari cinta. Rasa sayang diterapkan dalam hubungan kekerabatan, hubungan personal dan sosial. Selain itu rasa sayang juga diangggap penting khususnya dalam relasi antara rakyat biasa dan pemimpin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya