Langsung ke konten utama

Doa Ali Zainal 'Abidin Ibn Husain



Tulisan Robi ( TUBI )
Doa Ali Zainal ‘Abidin Ibn Husain

Siapa Ali Zainal ‘Abidin Ibn Husain  ? dia adalah putra dari Husain Cucuya Rasullalah SAW. Dia melihat langsung ketika ayah dan seluruh keluarganya di bantai padang Karbala.
Sahabat nya pernah bertanya. “Tidakkah kau ingin balas dendam kepada bani umayyah ? “
“Aku selalu tanamkan dalam diriku bahwa berdengki itu artinya kau menuang racun kedalam mulutmu lalu berharap musuhmulah yang akan mat. Apakah itu tindakan orang yang berakal ?”
Dalam ShahifahAs Sajjadiyah disebutkan doa nya yang mengharu biru.

Ya allah, sampaikan salam shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.
Bimbinglah aku untuk melawan orang yang mengkhianatiku dengan kesetiaan
Membalas orang yang mengabaikanku dengan kebaikan
Memberi orang ynag bakhil padaku dengan pengorbanan
Menyambut orang yang memusuhiku dengan kasih sayang
Menentang orang yang menggunjingkanku dengan pujian
Berterimakasih kepada kebaikan dan menutup mata pada keburukan.
Ya Allah sampaikanlah shalawat dan salam kepada Muhammad adan keluarganya

Hiasilah kepribadianku dengan hiasan para shalihin
Berilah aku busana kaum muttaqin
Dengan menyebarkan keadilan, menahan kemarahan, meredam kebencian
Mempersatukan yang terpecah, mendamaikan pertengkaran
Menyiarkan kebaikan menyembunyikan kejelekan
Memelihara kelembutan, memiliki kerendahan hati
Berperilaku yang baik, memegang teguh pendirian
Menyenangkan dalam pergaulan, bersegera melakukan kebaikan
Meninggalkan kecaman, memberi walau kepada yang tidak berhak.

Berbicara yang benar walau berat
Menganggap sedikit kebaikan sendiri
Walau terasa banyak dalam ucapan dan perbuatan
Dan menganggap banyak kebururkan pribadi
Walau seikit dalam kata-kata dan tingkah laku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya