Langsung ke konten utama

Warisan Adam dan Warisan Iblis



Tulisan Robi ( TUBI )
Warisan Adam atau Warisan Iblis
Kesombongan tak pernah berasal dari kelebihan diri, melainkan jiwa yang kerdil dan wawasan diri yang sempit.

Iblis adalah makhluk yang gagal menyikapi keberhasilan. Sujud  ibadahnya dimasa lalu dan kedudukannya diantara para malaikat membuatnya merasa berhak untuk merasa mulia. “ Ana khairun minhu “ aku lebih baik daripada dia. Inilah warisan iblis kepada manusia. Perasaan yang timbul dari rasa bangga diri, dari rasa lebih diri yaitu menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya sendiri.  

Sementara Adam adalah hamba yang berhasil menyikapi kegagalan. Karena godaan syaitan dia melakukan pelanggaran, tapi hatinya tunduk untuk tertuntun pada pertaubatan. Maka warisan adam kepada manusia adalah sebuah pernyataan dan permohonan ampun sebagai bentuk pengahambaan kepada Allah. Dalam surat Al-A’raf ayat 23 Adam berdoa " Rabbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin." . Duhai rabb kami. Kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan seandainya Kau tidak mengampuni dan mengasihi kami, niscaya kami termasuk orang – orang yang merugi”

Inilah warisan yang ditinggalkan oleh nabi Adam kepada anak cucu nya manusia, yakni agar senantiasa memohon ampunan Allah tersebab banyaknya dosa yang dilakukan. Sementara itu iblis juga mewariskan sifat dengki dan sombong kepada manusia. Kita patut mawas diri menjaga diri dari penyakit hati bernama riya, ujub dan sombong. 
 
Lantas pertanyaan pentingnya untuk masing-masing kita adalah apakah aku mewarisi penghambaan  adam kepada Rabb Nya atau justru kesombongan iblis ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya