Langsung ke konten utama

Mencintai Dengan Benar



Tulisan Robi (TUBI)
Mencintai Dengan Benar
Dia mungkin mencintaimu dengan baik, tapi aku mencintaimu dengan benar.

Bagaimana mencintai dengan benar ? perkara mencintai adalah hal yang sering dibicarakan oleh generasi mileneal saat ini. Kehidupan anak muda seakan-akan hanya berkutat dan berpusat pada permasalahan cinta. Bukankah hidup tidak melulu soal cinta ? bukankah masa muda tidak hanya bisa diisi dengan cinta, tapi juga upaya-upaya untuk menggapai cita-cita.
Masalah utama generasi mileneal saat ini adalah tidak adanya rujukan dalam mencintai yang benar. Perkembangan informasi dan teknologi saat ini membuat apa-apa yang dibaca, dinonton mempengaruhi pemahaman anak muda akan cinta.

Ada satu pemahaman tentang cinta yang mungkin keliru yaitu “cintailah orang lain sebagaimana kau ingin dicintai, perlakukan orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan”. Dengan menggunakan prinsip ini kita telah merasa mencintai dan memperlakukan orang lain dengan baik. Padahal bisa saja mereka justru tersakiti  dan terluka oleh cara kita mencintai dan memperlakukannya dengan sebaliknya.

Kita sering merasa orang lain telah menyakiti kita, padahal mungkin saja dia bermaksud mencintai kita dengan tulus. Pemahaman ini jelas keliru, kenapa  ? karena setiap kita dan orang yang kita perlakukan ada perbedaan pola pikir, cara merasa serta latar belakang sosial.  Akan baik jika jika berprinsip “ cintailah orang lain dengan cara sebagaimana dia ingin dicintai, perlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya