Langsung ke konten utama

Mencintai Dengan Benar



Tulisan Robi (TUBI)
Mencintai Dengan Benar
Dia mungkin mencintaimu dengan baik, tapi aku mencintaimu dengan benar.

Bagaimana mencintai dengan benar ? perkara mencintai adalah hal yang sering dibicarakan oleh generasi mileneal saat ini. Kehidupan anak muda seakan-akan hanya berkutat dan berpusat pada permasalahan cinta. Bukankah hidup tidak melulu soal cinta ? bukankah masa muda tidak hanya bisa diisi dengan cinta, tapi juga upaya-upaya untuk menggapai cita-cita.
Masalah utama generasi mileneal saat ini adalah tidak adanya rujukan dalam mencintai yang benar. Perkembangan informasi dan teknologi saat ini membuat apa-apa yang dibaca, dinonton mempengaruhi pemahaman anak muda akan cinta.

Ada satu pemahaman tentang cinta yang mungkin keliru yaitu “cintailah orang lain sebagaimana kau ingin dicintai, perlakukan orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan”. Dengan menggunakan prinsip ini kita telah merasa mencintai dan memperlakukan orang lain dengan baik. Padahal bisa saja mereka justru tersakiti  dan terluka oleh cara kita mencintai dan memperlakukannya dengan sebaliknya.

Kita sering merasa orang lain telah menyakiti kita, padahal mungkin saja dia bermaksud mencintai kita dengan tulus. Pemahaman ini jelas keliru, kenapa  ? karena setiap kita dan orang yang kita perlakukan ada perbedaan pola pikir, cara merasa serta latar belakang sosial.  Akan baik jika jika berprinsip “ cintailah orang lain dengan cara sebagaimana dia ingin dicintai, perlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pertanyaan Penting Untuk Menjadi Sociopreneur

Sociopreneur atau wirausaha sosial merupakan bentuk dari suatu upaya dari organisasi ataupun perusahaan agar bisa memberikan dampak sosial dan bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata Memulai social enterprise hampir sama dengan memulai usaha atau membangun perusahaan sendi di bidang apapun. Bedanya, biasanya untuk socieopreneur  kita bisa memulai dengan 5 pertanyaan ini sebelum kemudian turun dan memutuskan menjadi seorang sociopreneu r : Apakah masalah sosial yang membuat kita ingin membangun social enterprise? Bagaimana proses pemberdayaan yang akan kita lakukan bersama masyarakat untuk mendukung pemecahan masalah sosial tersebut? Apa saja prinsip bisnis etis yang akan kita implementasikan? Apakah kita bisa melihat kegiatan ini sebagai sesuatu yang berkelanjutan dalam jangka panjang, atau hanya menjadi proyek idealis saja? Akan seperti apakah dampak sosial dari social enterprise kita ini? Nah, jika tertarik mulai membangun soci

Modal Sosial Masyarakat Desa

Konsep modal sosial yang terkait jaringan sosial telah menjadi mekanisme jelas kunci dalam bidang sosiologi ekonomi, fleshing implikasi dari asumsi meta-teoretis.   Hal ini dalam jaringan yang banyak (meskipun tidak semua) tindakan ekonomi secara sosial tertanam, dan salah satu hasil yang paling penting dari yang embeddedness adalah modal sosial. Definisi sosiologis yang diterima secara umum Modal sosial adalah kemampuan untuk mendapatkan akses ke sumber daya berdasarkan keanggotaan dalam jaringan atau structures.2 sosial yang lebih besar Jelas, seperti kemampuan mengalir keluar dari embeddedness (bagian) , menjadi salah satu yang paling nyata manifestasi.   Salah satu bagian dari modal sosial yang sangat berpengaruh dewasa ini adalah modal sosial kepercayaan ( trust) yang dapat memberikan andil yang besar dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Ikatan-iktan sosial yang ada dalam masyarakat harus direkatkan dengan kepercayaan.  Modal dasar dari adanya ikatan sosial yan

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de