Langsung ke konten utama

Lawan dari Cinta



salah seorang tokoh besar, Fariduddin al Attar pernah bercerita, bahwa ada seorang tokoh  yang berkunjung ke tempat Robi’ah al adawiyah, ulama besar ahli mahabbah,
si tamu tersebut selama berada di tempat robiah yang diceritakan adalah betapa jeleknya dunia itu, betapa buruknya dunia itu, betapa menipunya dunia itu, dan betapa ia bencinya dunia itu.
Robi’ah tersenyum…
dan ketika si tamu itu berlalu, Sofyan At Tsauri, sahabat Robiah yang juga sedang berkunjung ke situ bertanya pada Robiah,”Benarkah orang itu benci kepada dunia?”
Robiah tersenyum dan berkata,”Bagaimana mungkin dia membenci dunia? yang ada di pikiran dan perasaannya hanyalah terisi dengan dunia dan urusannya”
Dzunnun al Mishri, satu waktu di datangi salah seorang muridnya,”ya Guru, kata muridnya, aku sudah beribadah kepada Tuhan selama 30 tahun yang menurutku aku juga sungguh2. Siang puasa, malah tahajud dan selain amalan wajib, yang sunnah2 juga aku kerjakan. tapi bukannya aku tidak puas dengan keadaanku, tetapi mengapakah tidak ada sedikitpun tanda2 yang datang dari Tuhan tentang apa yang telah aku lakukan ini?”
Dzunnun menjawab,”kalau begitu, nanti malam kamu makan yang banyak, dan jangan sholat isya”
Si murid agak heran juga mendengar saran gurunya, tapi ia mengangguk dan pulang.
Keesokan harinya, ia datang ke Dzunnun dan bercerita,
“Alhamdulillah guru, semalem saya mendapatkan tanda itu dari Allah swt, aku sudah menuruti saran guru untuk makan yang banyak, tetapi aku tidak tega untuk meninggalkan sholat wajib isya. Kemudian malam harinya, aku bermimpi di datangi oleh Rosulullah saw dan beliau bersabda,”wahai fulan, tenangkan hatimu, Allah mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bersabarlah dan ikhlaslah.” dalam mimpi itu saya mengangguk, kemudian Rosulullah saw bersabda lagi,”Dan sampaikan pada Dzunnun Al Mishri bahwa Allah berpesan agar ia jangan menyarankan muridnya untuk tidak sholat isya”
Mendengar itu Dzunnun tertawa sampai keluar air matanya..
kemudian ia berkata,
“Jika kamu tidak bisa mendekatiNya melalui Kasih SayangNya, maka dekatilah ia melalui rasa marahNya”
Dan baru saja kemaren saya tertegun ketika membaca buku “Secret of Power Negotiating”, di dalam buku itu, Roger Dawson menulis,”apakah lawan CINTA itu adalah BENCI ??” , Tidak !! katanya, Lawan CINTA itu adalah KETIDAKPEDULIAN…
Bagi seorang Pecinta, kebencian dari sang kekasih itu lebih berharga dari pada KETIDAKPEDULIAN dari yang dicintainya…
Seseorang bersyair..
“ya kekasih…dari pada engkau memalingkan wajahmu dariku, lebih baik, sakiti aku dan marahi aku dan bencilah aku…itu lebih baik..sebab kemarahanmu, dan kebencianmu, itu adalah salah satu bentuk kepedulianmu kepadaku”
hati seorang pecinta..
lebih memerlukan kepedulian dari yang dicintai..
dari pada ketidak peduliannya..
baikpun kepedulian itu berwujud kasih sayang yang dicintainya…
ataupun kepedulian itu berwujud amarah dan bencinya…
Wallahu a’lam.

#darisumberlain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapitalis Cinta

Tulisan Robi (TUBI) Kapitalis Cinta Apa yang bisa di diskusikan tentang cinta ? ada banyak hal yang bisa di diskusikan tentang cinta karena pada hakikatnya manusia membutuhkan pengetahuan terhadap apa pun itu.  Dewasa ini banyak diantara kita yang mencibir tentang cinta, hal ini tidak lain karena masyarakat kita disuguhi kata-kata indah yang justru menjadi komoditas pasar, iklan, kepura-puraan artis sinetron dan film. Kita disuguhi fakta bahwa bapak dan ibu dari itu semua adalah modal yang berinduk kepada kapitalisme. Kita cenderung jarang berpikir dan merasa, atau bahkan merenung tentang hakikat cinta dan justru menempuh cara-cara yang menjauhi nilai-nilai holistik dari cinta. Kedalaman hidup, makna cinta sejati, sulit ditemukan dalam manusia kapitalis jika tidak ada perjuangan yang konsisten menuju sistem lain. Karena mereka tidak bisa berpikir banyak di luar hubungan kepemilikan pribadi serta upaya-upaya dan tindakan-tindakan untuk mengatur hubungan pertukaran ...

Analisis Film Sore secara Sosiologis

  Sore : Istri dari masa depan : Cinta Sebagai Agen perubahan Robi Armilus S.Sos,M.Si Dosen Sosiologi FISIP UNRI   “Tahu gak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia gelap hitam berduka. Tapi langit selalu menerima senja apa adanya.” Dialog diatas menjadi pembuka dari fim sore : istri dari masa depan.   Diksi ini bisa dibaca sebagai metafora simbolik antara harapan dan keputusasaan, seperti konflik sosial yang muncul didalam film ini yang mengangkat relasi manusia dengan waktu serta bagaimana cinta menjadi agen perubahan sosial dalam relasa pasangan. Film sore istri dari masa depan menjadi topik perbincangan dimedia sosial dalam beberapa hari terakhir sejak diputar di Bioskop tanggal 10 Juli 2025, sampai saat tulisan ini dibuat film sore telah ditonton lebih dari 1.000.000 orang dibioskop dan diprediksi akan terus bertambah karena respon postif dari masyarakat. Film sore istri dari masa depan bercerita tentang kisah sore d...

BEASISWA BASOLANG 2025

 [DAFTAR SEKARANG! : BEASISWA BASOLANG 2025]    Akademi Basolang dengan bangga meluncurkan Beasiswa Basolang 2025, beasiswa ke-4 sejak 2022, khusus untuk mahasiswa baru asal Riau yang berkuliah di kampus se-Pekanbaru.   Kita tahu, Riau masih menghadapi tantangan pendidikan: tidak meratanya akses, keterbatasan fasilitas, dan banyaknya pelajar berbakat yang terhambat karena kondisi ekonomi. Inilah alasan Akademi Basolang hadir – bukan hanya memberi bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mentoring, pelatihan soft skill, dan pembinaan karakter agar generasi muda Riau siap berdaya dan berkontribusi.   🗓 Linimasa Pendaftaran: Pendaftaran: 9 Agustus – 20 September 2025 Seleksi: 27 – 28 September 2025 Pengumuman: 1 Oktober 2025 Penyerahan: 2 Oktober 2025   📍 Daftar sekarang melalui: 🔗 bit.ly/BeasiswaBasolang2025   Contact Person 0838-9678-6857 (Ulva)  0852-7437-2820 (Marsha)  #SebahuSeperjuangan #BeasiswaBasolang2025