Langsung ke konten utama

Lahirnya Hukum Adat

Hasil gambar untuk suku sukuTulisan Robi ( TUBI)
Lahirnya Hukum Adat
Dimasa lalu hiduplah seorang Raja yang agung lagi bijaksana. Raja berniat untuk membuat hukum yang akan ditaati oleh seluruh rakyatnya. Maka raja pun mengundang seribu orang bijak dari seribu suku yang berbeda untuk datang ke ibukota dan bersamasama untuk menyusun undang-undang.
Maka para orang bijak dari perwakilan seribu suku itu pun berunding untuk merumuskan per undang-undangan. Maka lahirlah seribu hukum yang berbeda yang ditulis dan akan disampaikan kepada raja.namun ketika seribu hukum yang ditulis diserahkan kepada raja dan raja membacanya, ia menangis pilu di dalam hati. Karena ternyata dia tidak tahu bahwa adaseribu macam kejatahan di negerinya. Lalu sang raja memanggil juru tulisnya dan dengan senyum dibibir raja mendiktekan langsung hukum itu. Namun hukum yang ia tetapkan hanya tujuh macam saja.
Lalu seribu orang bijak yang telah bersusah payah itu pun kecewa dengan keputusan sang raja. Mereka pulang dengan rasa amarah dan kembali kesuku masing-masing dengan hukum dari orang bijak nya sendiri. Dimana mereka memiliki seribu macam hukum yang masih bertahan, bahkan hingga hari ini.
Maka itulah menjadi awal dari berbedanya hukum masing-masing suku dengan segala adat istiadatnya. Masyarakat yang menggunakan nya merupakan keturunan seribu orang pembuat hukum dan seorang raja yang bijak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya