Langsung ke konten utama

Postingan

Tradisi " Mencokou Ikan" Di Lubuk Larangan Desa Gajah Bertalut Ke Khalifahan Batu Songgan

Sabtu, 17 februari 2018 saya berkesempatan untuk melihat dan menyaksikan langsung pembukaan tradisi lubuk larangan milik ninik mamak desa gajah bertalut. Desa ini berada di kecamatan kampar kiri hulu yang berada dalam kawasan ke khalifahan batu songgan. Lubuk larangan adalah suatu kawasan terlarang bagi penduduk untuk mencari ikan di sepanjang aliran sungai subayang. Ada lebih kurang 200-400 meter wilayah lubuk larangan yang tidak boleh mencari ikan selama setahun. Tradisi ini menurut pemaparan penduduk desa gajah bertalut di mulai tahun 1980 an. Hal ini di dasari pada kejadian banjir bandang pada tahun 1978 yang merendam pemukiman penduduk di sepanjang aliran sungai subayang . Lubuk larangan biasanya dibuka 1 x setahun ketika musim kemarau atau ketika    air mulai surut. Dalam pelaksanaannya lubuk larangan ada unsur ekonomi dan sosial dalam pelaksanaannya. Unsur ekonomi nya yaitu setiap KK membayar Rp. 25.000 untuk persiapan dan pelaksanaan tradisi. Setiap KK akan me...

Dokumentasi Pemberitaan Social Corner

Program Social Corner

Program Social Corner  1.        Bidang Pemberdayaan 1.        Pendampingan Petani di Kelurahan Sungai Sibam Kec.Payung Sekaki Pekanbaru 2.        Laboratorium Entrepreneur dengan budidaya lele dan sayuran. 3.        Kampung binaan di   kelurahan Tuah Negeri Kec.Tenayan Pekanbaru 4.        Pendampingan dan pembinaan organisasi mahasiswa, pemuda di kampus dan dan beberapa daerah di Provinsi Riau. 5.        Kunjungan Dekranasda Pekanbaru 6.        Kunjungan Dekranasda Bintan 2.        Bidang Sosial Kemasyarakatan 1.        Penggalangan dana untuk palu dan lombok 2.        Bantuan dan santunan anak yatim piatu 3.        Ek...

Wisuda Pascasarjana ke 39 Universitas Riau

Kalian harus tau bahwa hidup bukanlah balapan, ini bukan tentang siapa yang memulai duluan atau mendapatkannya lebih cepat. Setiap kita memiliki waktunya masing-masing. setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda karena itu butuh waktu yang panjang dan berbeda pula dalam upaya mencapa gelar master ini. Ada yang mendapatkannya lebih cepat namun ada juga yang mengambilnya lebih lama. Setiap orang memiliki iramanya sendiri. Banyak yang gagal mengolah realitas ketika menjalani mimpinya. Kuncinya jangan bandingkan kemajuan orang lain dengan diri kita. Karena setiap kita memiliki zona waktunya masing-masing. Terima kasih untuk semua hal yang telah mengajarkanku selama di kampus ini. Teruntuk sebuah nama kau kusimpan dalam kenangan termanisku dalam pahitnya perjuanganku. Pekanbaru, 2 Agustus 2018 Robi Armilus S.Sos M.Si