Langsung ke konten utama

Postingan

Dokumentasi Pemberitaan Social Corner

Program Social Corner

Program Social Corner  1.        Bidang Pemberdayaan 1.        Pendampingan Petani di Kelurahan Sungai Sibam Kec.Payung Sekaki Pekanbaru 2.        Laboratorium Entrepreneur dengan budidaya lele dan sayuran. 3.        Kampung binaan di   kelurahan Tuah Negeri Kec.Tenayan Pekanbaru 4.        Pendampingan dan pembinaan organisasi mahasiswa, pemuda di kampus dan dan beberapa daerah di Provinsi Riau. 5.        Kunjungan Dekranasda Pekanbaru 6.        Kunjungan Dekranasda Bintan 2.        Bidang Sosial Kemasyarakatan 1.        Penggalangan dana untuk palu dan lombok 2.        Bantuan dan santunan anak yatim piatu 3.        Ek...

Wisuda Pascasarjana ke 39 Universitas Riau

Kalian harus tau bahwa hidup bukanlah balapan, ini bukan tentang siapa yang memulai duluan atau mendapatkannya lebih cepat. Setiap kita memiliki waktunya masing-masing. setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda karena itu butuh waktu yang panjang dan berbeda pula dalam upaya mencapa gelar master ini. Ada yang mendapatkannya lebih cepat namun ada juga yang mengambilnya lebih lama. Setiap orang memiliki iramanya sendiri. Banyak yang gagal mengolah realitas ketika menjalani mimpinya. Kuncinya jangan bandingkan kemajuan orang lain dengan diri kita. Karena setiap kita memiliki zona waktunya masing-masing. Terima kasih untuk semua hal yang telah mengajarkanku selama di kampus ini. Teruntuk sebuah nama kau kusimpan dalam kenangan termanisku dalam pahitnya perjuanganku. Pekanbaru, 2 Agustus 2018 Robi Armilus S.Sos M.Si

Waktu

Waktu meniscayakan seseorang untuk mendapatkan gilirannya masing-masing. Misalnya giliran untuk merasakan kebahagiaan yang paling memabukan hingga giliran untuk menderita kepahitan. Semua perasaan itu akan datang silih berganti, susul menyusul tiba diwaktunya masing-masing. Tak ada yang tetap dihadapan waktu karena perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Ekpedisi Suku Anak Rawa

Ekpedisi Suku Anak Rawa 30 Maret 2018- 1 April 2018 Perjalanan ke desa Penyengat Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak memerlukan perjalanan lebih kurang 4 jam dari pusat ibu kota Provinsi Riau Pekanbaru. Perjalanan ini bisa ditempuh dengan menggunakan akses darat melalui jalan lintas timur   menuju pelabuhan   buton.   Selama 3 hari di desa penyengat kami di tunjukan dengan berbagai macam aneka tradisi dan kebudayaan asli dari suku anak rawa. Suku anak rawa adalah salah satu suku asli yang ada di provinsi riau dan sampai saat ini masih menjaga nilai-nilai kearifan dan budaya nya. Desa Penyengat telah ditetapkan sebagai desa adat oleh pemerintah Kabupaten Siak melalui  Peraruran Daerah Kabupaten Siak Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Penetapan Kampung Adat dan saat ini sedang menunggu SK dari Kementrian Dalam Negeri. Penetapan sebagai kampung adat tidak terlepas dari masih terjaganya nilai-nilai adat dan istiadat di desa ini. Ada banyak tradisi yang menjadi kearifan ...