Langsung ke konten utama

Postingan

Permainan Tradisional

Permainan tradisional dapat diartikan sebagai satu kegiatan menyenangkan yang dilakukan menurut tradisi, sehingga menimbulkan rasa puas pada pelakunya. Permainan tradisional adalah suatu jenis permainan pada satu daerah tertentu yang berdasarkan kepada kultur atau budaya daerah tersebut. [1] Permainan tradisional adalah suatu hasil budaya   masyarakat yang berasal dari jaman yang sangat tua, yang telah tumbuh dan hidup hingga sekarang (Depdikbud, 1980/1981). Menurut Jarahnitra (dalam Siagawati dkk, 2007) bahwa permainan tradisional rakyat merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi, berekreasi, berolahraga yang sekaligus sebagai sarana berlatih untuk hidup bermasyarakat, ketrampilan, kesopanan, serta ketangkasan. Dharmamulya (dalam Siagawati dkk, 2007) menyatakan bahwa permainan tradisional merupakan sarana untuk mengenalkan anak-anak pada nilai budaya dan norma-norma sosial yang diperlukan untuk mengadakan hubungan atau kontak sosial ...

Teori Interaksionisme Simbolik

Perspektif Interaksionik berusaha memahami perilaku manusia dari sudut pandang subyek. Perspektif ini menyarankan bahwa perilaku manusia harus dilihat sebagai proses yang memungkinkan manusia membentuk dan mengatur perilaku mereka dengan mempertimbangkan ekspektasi orang lain yang menjadi mitra interaksi mereka. Menurut teoretisi interaksionisme simbolik, kehidupan sosial pada dasarnya adalah “interaksi manusia dengan menggunakan simbol-simbol”. Mereka tertarik pada cara menggunakan simbol-simbol yang merepresentasikan apa yang mereka maksud untuk berkomunikasi dengan sesamanya, dan juga pengaruh yang ditimbulakn penafsiran atas simbol- simbol ini terhaddap perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi sosial. George Hebert Mead (1962) menekankan pada bahasa yang merupakan sistem simbol dan kata-kata merupakan simbol karena digunakan untuk memaknai berbagai hal. Dengan kata lain, simbol merupakan representasi dari pesan yang dikomunikasikan kepada publik. Sebagai cont...

Konsep Gender

    Konsep Gender Istilah gender pertama kali diperkenalkan oleh Robert Stoller (1969) untuk memisahkan pencirian manusia yang didasarkan pada penafsiran yang bersifat sosial budaya dengan pendefinisian yang berasal dari ciri-ciri fisik biologis. Dalam ilmu sosial orang sangat berjasa dalam mengembangkan istilah dan pengertian gender ini adalah Ann Oaklay (1972). Sebagaimana Stoller, atribut yang dikenakan pada manusia yang dibangun oleh kebudayaan manusia. [1] Selanjutnya, Harding menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perspektif terpisah dan perbedaan hearki sosial yang mempengaruhi apa yang dilihat dan dikomunikasikan karena perempuan dan minoritas lainnya mempersepsikan dunia secara berbeda dari kelompok yang berkuasa yaitu laki-laki. Jalan yang menjadikan kita maskulin   atau feminim adalah gabungan blok-blok bangunan biologis dasar dan   interprestasi biologis oleh kultur kita. Gender mencakup penampilan, pakaian, sikap, kepribadi...

Sosialisasi

Sosialisasi Secara sederhana sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar bagi seseorang atau kelompok orang selama hidupnya untuk mengenali pola pola hidup, nilai nilai dan norma sosial agar ia dapat berkembang menjadi pribadi yang bisa diterima oleh kelompoknya. Sementara menurut Karel J. Veeger “ sosialisasi sebagai suatu proses belajar mengajar, melalui individu belajar menjadi anggota masyarakat, dimana prosesnya tidak semata mata mengajarkan pola pola perilaku social kepada individu, tetapi juga individu tersebut mengembangkan dirinya atau melakukan proses pendewasaan dirinya”. [1] Sedangkan Robet Lawang membagi sosialisasi menjadi dua macam yaitu [2] . 1.       Sosialisasi Primer Sosialisasi primer yaitu proses sosialisasi dimana seseorang masih balita. Pada fase ini, seorang anak dibekali pengetahuan tentang orang-orang yang berada dilingkungan sosial sekitarnya melalui interaksi, seperti ayah, ibu, kakak, dan anggota keluarga l...