Langsung ke konten utama

Cara Menasehati




TUBI (Tulisan Robi)
Cara Menasehati
Nasehati aku dikala kita hanya berdua
Jangan meluruskan ku di tengah ramai
Sebab nasehat di depan banyak manusia
Terasa bagai hinaan yang membuat hatiku luka
Asy-Syafi’i, Diwan

Dalam berhubungan dengan sesama manusia, menjaga harmoni berarti menghindari konflik. Akan lebih baik diam jika bicara justru memperkeruh situasi. Lebih baik mengalah jika menang berarti membuat luka. Lebih baik mendahului minta maaf meski berada dipihak yang benar. Lebih baik memberi meski hak kita adalah menerima. Begitulah dan seterusnya.
Lalu bukankah kita hidup bukan hanya untuk keselarasan ? bukankah kita harus hidup dengan kebenaran, dalam kebenaran, dan demi kebenaran ? dan bukankah kebenaran itu harus ditegakan meski terhadap orang yang kita cintai ? bukankah itu berarti kita harus mengingatkan yang lupa, menegur yang khilaf, meluruskan yang bengkok, membetulkan yang keliru dan menunjukan yang sesat ? 
Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi dan lebih suci dibanding yang kita nasehati. Mungkin kita perlu ingat nasehat ini.“ jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang meyang kehilangan pijakan. Jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu , mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus terbakar riya".
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam saling nasehat-menasehati dalam berhubungan
1.      Berikan nasehat kepada mereka yang memintanya. Mereka yang meminta nasehat adalah mereka yang telah siap untuk menerima masukan dan koreksi. Memberi nasehat tanpa diminta apa lagi dengan nada lebih merasa lebih atau justru akan membuat seseorang jauh dari kebenaran.
2.      Memperhatikan waktu, situasi dan kondisi.
Waktu yang tepat adalah segalanya.
3.      Jangan terlalu sering memberi nasehat. 
Sesuatu menjadi  berharga sebab ia langka. Nasehat yang terlalu banyak akan membebani persahabatan dan menyesaki persaudaraan.
4.      Sampaikan secara ihsan.
Bagaimana caranya menyampaikan nasehat dengan baik ? hendaknya dilakukan dalam keadaan sembunyi-sembunyi dan berdua saja
Semoga saja dalam hubungan kita dengan sesama manusia kita bisa membangun keselarasan dan harmoni dalam kehidupan sebagai makhlus Allah yang beriman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Perumusan Kebijakan

PROSES   PERUMUSAN   KEBIJAKAN           PENDAHULUAN           Salah   satu tugas pemerintah adalah sebagai perumus Kebijakan Publik. Agar kebijakan publik dapat dirumuskan secara secara sistematik, diperlukan sebuah proses yang   yang sistematis. Meskipun proses itu tidak selalu bersifat kaku, proses perumusan kebijakan memungkinkan sistem pemerintahan dalam merumuskan kebijakan menjadi teratur.             Sebagian besar tugas dalam proses perumusan kebijakan terletak pada para pejabat pemerintah atau pegawai negeri yang dipimpin oleh seorang menteri di suatu departemen.Selain proses ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah lembaga-lembaga non pemerintah juga biasanya terlibat terutama pada proses pengusulan isu dan agenda kebijakan serta pengevaluasiannya.             Cara yang paling sering ditempuh untuk membuat kebijakan adalah membagi proses perumusannya kedalam beberapa langkah yang jelas dan mudah diidentifikasi secara terpisah PEMAIN KEBIJAKAN        Se

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Fungsi sosiologi dalam pembangunan

Dalam pembangunan dikenal adanya tahapan perencanaan, penerapan atau pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencaaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, yang menjadi kajian sosiologi yaitu pola interaksi sosial, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga-lembaga sosial, stratifikasi sosial, pusat kekuasaan, saluran komunikasi. Ini menjadi penting untuk mengidentifikasi pihak yang menjadi pelopor pembangunan. Pada tahap pelaksanaan perlu adanya perhatian terhadap kekuatan sosial dalam masyarakat, dengan mengadakan penelitian terhadap polapola kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekeuatan sosial tersebut maka dapat diketahui unsur-unsur yang mendukung dan menghambat pembangunan. juga diperlukannya pengamatan terhadap perubahan sosial yang terjadi Pada tahap evaluasi dilakukan analisis terhadap efek pembangunan sosial. Sehingga bisa diketahui sejauh mana pembangunan sosial itu berhasil atau kurang berhasil terhadap masya