Kau mengabariku untuk datang Berkunjung pada singgasana yang membuat ku menjadi raja dalam semalam Aku tak terima atas kebahagianmu Karena aku selalu yakin Aku lah yang paling bisa membahagiakanmu Aku terlambat Karena hatimu pada nya telah tertambat Kau tak pernah memberiku sempat Kau menghibur harap ku Kau jadikan aku teman cerita yang cukup membuat mu nyaman Ada perih Untu penyesalan yang terucap lirih Isi kepalaku masih saja tentang mu Senyuman tak lebih dari kamuflase kesedihan Bersama rintik hujan malam ini Aku merayakan kepergianmu Aku sadar bahwa setiap orang memiliki jalan takdinya sendiri Kau untuknya dan aku untuk dirinya Sekarang terserah Aku menyerah Mimpi tentang mu telah berubah Kau lupa sering kali kau anggap canda Namun justru aku lah yang kau hubungi saat air mata mu mendera Untukmu ku lakukan semua Hingga semuanya berlalu dalam diam Aku melebarkan telinga menunggu jawaban Hati ku kau buat...
Konsultan Sosial, Peneliti dan Aktivis Sosial.