Langsung ke konten utama

Sampah Tukar Sembako Kota Pekanbaru


( Program Social Corner ) 
Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 6 juni 2018. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar tertarik untuk menabung di bank sampah bandar bersih yang baru didirikan di kelurahan kampung bandar.

Acara ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2018. Acara ini di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pekabaru Zulfahmi Adrian. Beliau mengapresiasi inovasi sosial yang dilakukan oleh komunitas social corner dalam mengatasi permasalahan lingkungan dengan pendekatan sosial kemasyarakatan.

Cara kerja program ini sederhana dimana masyarakat yang telah diedukasi untuk memilah samah membawa sampahnya darirumah dan setiap kg sampah yang berhasil dipilah akan ditukarkan dengan sembako dan nilai tabungan di bank sampah tetap tidak dikurangi. Adapun sampah yang berhasil dikumpulkan yaitu 40 Kg sampah rumah tangga. 








Komentar

  1. The real spotlight of the Ender 5 Plus is the 350 x 350 x 400 mm construct quantity – far above the average discovered on sub-$1000 printers. The firm claims that might possibly} 3D print a working rocket in only a few days and with 100 occasions fewer elements than a normal shuttle. The company’s first conceptualized Bike Helmets rockets, the Terran 1 and Terran R, will only take 60 days from the beginning of printing to the launch into space. The rocket will be custom-printed using a proprietary alloy metal that maximizes payload capacity and minimizes meeting time. In the close to future, we’ll see 3D printers create working organs for those ready for transplants.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Pertanyaan Penting Untuk Menjadi Sociopreneur

Sociopreneur atau wirausaha sosial merupakan bentuk dari suatu upaya dari organisasi ataupun perusahaan agar bisa memberikan dampak sosial dan bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata Memulai social enterprise hampir sama dengan memulai usaha atau membangun perusahaan sendi di bidang apapun. Bedanya, biasanya untuk socieopreneur  kita bisa memulai dengan 5 pertanyaan ini sebelum kemudian turun dan memutuskan menjadi seorang sociopreneu r : Apakah masalah sosial yang membuat kita ingin membangun social enterprise? Bagaimana proses pemberdayaan yang akan kita lakukan bersama masyarakat untuk mendukung pemecahan masalah sosial tersebut? Apa saja prinsip bisnis etis yang akan kita implementasikan? Apakah kita bisa melihat kegiatan ini sebagai sesuatu yang berkelanjutan dalam jangka panjang, atau hanya menjadi proyek idealis saja? Akan seperti apakah dampak sosial dari social enterprise kita ini? Nah, jika tertarik mulai membangun soci

Teori Sistem Sosial

Teori system sosial menjelaskan tentang dinamika oganisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi. Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial. Hal ini berguna untuk mengingat bahwa susunan hubungan sosial dan budaya dari organisasi dapat dilihat secara formal, informal atau holistik. Struktur sosial ditentukan oleh jenis interaksi sosial, antara orang dengan berbagai status dalam organisasi. Tindakan Sosial mengacu pada jenis dan tingkat interaksi di antara mereka dalam sebuah organisasi, apakah mereka lebih tinggi, rendah, atau berorientasi pada teman sebaya. Misalnya, penting untuk dicatat bagaimana-sering dan panjangnya orang bercakap-cakap satu de

Teori Struktural Fungsional

Struktural Fungsional Teori fungsional memiliki asumsi utama, yaitu melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat subsistem, keseluruhan subsistem tersebut memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Menurut aliran struktural fungsional (parson), bahwa pranata-pranata utama dalam setiap kebudayaan hubungan satu dengan yang lain dan memiliki fungsi khusus dalam hubungan satu dengan yang lain .   Setiap pranata (termasuk sistem kekuasaan) penting untuk berfungsi secara normal dimana kebudayaan pranata itu berada   untuk melanjutkan eksistensisnya. Talcott parson dan edwar A shils mengatakan yang dimaksud dengan sistem sosial dapat digambarkan sebagai   “a system of interactive relationship of a plurality of individual actors” sementara itu Hugo F. Reading mentakan bahwa sistem sosial biasanya digambarkan sebagagai “a system if social elements” . Sedangkan Thomas Fourd Hold mengatakan bahwa sistem sosial adalah “the totality of relationship of involved indiv